Medan (Aentenews) - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhulullah dalam Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera sebagai rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32, di Kota Medan, Sumatera Utara, menekankan pentingnya penguatan konektivitas dan logistik Sumatera.
Keterhubungan infrastruktur dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dinilai penting untuk memperlancar arus barang dan manusia, menekan biaya logistik, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing kawasan.
Fadhulullah, sapaan akrab Dek Fadh juga mendorong penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan. Aceh memiliki sejumlah komoditas strategis seperti padi, kopi, kelapa sawit, kakao, hortikultura, serta nilam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama antardaerah dan penguatan rantai pasok.
“Aceh punyakomoditas unggulan seperti kopi dan nilam yang memiliki pasar dan nilai tambah besar. Kita ingin komoditas Aceh tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi terus didorong menuju hilirisasi sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Dek Fadh.
Selain komoditas, ia juga menilai Aceh memiliki posisi strategis melalui Sabang. Menurutnya, pengembangan Sabang sebagai simpul konektivitas perdagangan, logistik dan pariwisata perlu terus diperkuat dengan dukungan konektivitas laut dan udara, serta keterhubungan dengan pusat-pusat ekonomi di Sumatera.
“Sabang memiliki posisi yang sangat strategis. Kita perlu memperkuat konektivitas Sabang melalui jalur laut dan udara agar dapat menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan, logistik, pariwisata dan konektivitas Sumatera dengan kawasan internasional,” kata Dek Fadh.
Di sektor perdagangan dan investasi, Dek Fadh mengajak provinsi-provinsi di Sumatera menjadikan kawasan ini sebagai pasar yang saling menguatkan. Produk unggulan Aceh diharapkan semakin mudah menjangkau pasar di daerah lain, demikian pula produk unggulan provinsi lainnya dapat berkembang di Aceh.