Foto Dok Kemenag
Medan (Aentenews) -Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan bantuan tahap II senilai Rp16,49 miliar untuk Masjid dan Mushalla yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara dan Aceh.
Bantuan lebih dari Rp16 miliar ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Abu Rokhmad saat memberikan Pembinaan ASN di Aula Kanwil Kemenag Sumatera Utara, di Medan Kamis (3/9/2026).
Bantuan tahap kedua ini disalurkan untuk dua provinsi terdampak. Provinsi Aceh menerima total bantuan sebesar Rp11.628.000.000, sementara Provinsi Sumatera Utara memperoleh alokasi senilai Rp4.864.000.000. Bantuan secara simbolis diberikan kepada BKM Masjid Nurul Yatama (Babalan) dan BKM Masjid Nurul Hikmah (Tanjung Pura) masing-masing sebesar Rp38.000.000.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan fisik maupun penggunaan teknologi modern. Menurutnya, pemulihan lingkungan hidup menuntut perubahan fundamental pada pola perilaku manusia dalam berinteraksi dengan alam sekitar.
Abu Rokhmad menggarisbawahi pentingnya pendekatan ekoteologi sebagai solusi jangka panjang dalam mencegah bencana alam. Kementerian Agama punya peran penting karena menyelamatkan alam semesta merupakan salah satu program prioritas yang wajib dijalankan demi keselamatan bangsa dan negara.
"Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil," tutur Dirjen Abu Rokhmad.