Festival ini juga memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi kreatif daerah. Sebanyak belasan pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan dengan menghadirkan beragam produk kuliner, minuman, hingga layanan kreatif. Kehadiran mereka tidak hanya menambah semarak suasana festival, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal dengan total transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp7,52 juta selama dua hari pelaksanaan.
Di balik suksesnya penyelenggaraan festival, terdapat sinergi berbagai pihak yang bekerja bersama memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Mulai dari tim penyelenggara, kru teknis, vendor pendukung, hingga para seniman yang tampil di atas panggung menunjukkan semangat kolaborasi dalam menghadirkan pertunjukan yang berkualitas. Semangat gotong royong tersebut menjadi cerminan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Melalui Festival Seni dan Budaya 2026, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh berharap UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh terus menjadi pusat aktivitas seni yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Festival ini diharapkan mampu melahirkan ruang-ruang kreatif baru bagi para seniman, memperkuat identitas budaya Aceh, serta mendorong tumbuhnya ekosistem seni dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.//Redaksi