“Bencana alam tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi. Investasi dalam kesiapsiagaan adalah langkah krusial. Kami percaya, peningkatan kemampuan respons yang cepat dapat menekan dampak kerugian dan mempercepat pemulihan.
Ia mengharapkan, delapan unit bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dipelihara dengan baik demi kepentingan masyarakat luas.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Rina Suryani Oktari, menambahkan bahwa peran institusi pendidikan sangat vital dalam memastikan keberlanjutan program kemanusiaan seperti ini.
Pihak Universitas Syiah Kuala menyambut hangat kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam penguatan mitigasi bencana.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal di Medan. Bantuan ini adalah aset berharga untuk meningkatkan ketangguhan Aceh terhadap bencana. Bagi USK, hal ini tidak hanya memperkuat kemampuan respons di lapangan, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk lebih terlibat aktif dalam praktik mitigasi bencana yang nyata dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Dr. Rina.
Aentenews by Ampelsa