Banda Aceh (Aentenews) - Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem terus berjuang agar temuan minyak dan gas (migas) di Blok Andaman dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
Untuk itu, Mualem akan menyurati Presiden Prabowo berkaitan dengan temuan cadangan migas di Blok Andaman guna mewujudkan program hilirisasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.
Hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe sesuai dengan program strategis nasional. Presiden Prabowo sudah merancang 77 proyek strategis nasional yang tertuang dalam dalam RPJMN 2025-2029, salah satunya adalah Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe.
Menyurati presiden itu berdasarkan hasil keputusan rapat mengenai migas Blok Andaman. Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, di Banda Aceh, Kamis.
Rapat dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Aceh T Robby Izra, Kepala Biro Ekonomi Zaini, Kepala Dinas ESDM Asnawi, dan sejumlah pejabat lainnya. Rapat juga dihadiri sejumlah pakar migas dan guru besar Universitas Syiah Kuala (USK), para Staf Khusus Gubernur Aceh dan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.
Guru Besar USK, Prof Dr Jasman J Ma’ruf, mengatakan sudah selayaknya jika Gubernur Mualem menyurati Presiden Prabowo untuk penguatan hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe. “Itu langkah yang tepat, dan sangat bagus untuk Aceh,” katanya.
Rapat membahas sejumlah poin penting ketika hilirisasi terwujud di KEK Arun Lhokseumawe. Blok Andaman menghasilkan gas dan kondensat. Sejauh ini penggunaan gas 300 MMSCFD dari Blok Andaman baru dibahas hanya untuk Listrik (PLN).