Selain itu, PPIH Aceh juga mencatat terdapat 8 jemaah yang masih menjalani perawatan, terdiri atas lima jemaah di Makkah dan tiga jemaah di Madinah. Kondisi mereka terus dipantau dan dikoordinasikan oleh petugas haji bersama pihak rumah sakit setempat.
Arijal menegaskan bahwa PPIH Embarkasi Aceh terus memastikan seluruh layanan debarkasi berjalan optimal hingga seluruh jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.
“Kami terus memastikan kesiapan seluruh layanan Debarkasi Aceh dalam melayani dhuyufurrahman. Koordinasi intensif dilakukan dengan PPIH Arab Saudi, PPIH Pusat, petugas kloter, serta seluruh unsur PPIH Debarkasi Aceh agar proses pemulangan jemaah berjalan aman, nyaman, dan lancar,” katanya.
Ia berharap seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan rangkaian ibadah serta dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan memperoleh predikat haji mabrur.
Dengan telah bergeraknya BTJ-13 ke Madinah, saat ini tersisa delapan kloter jemaah Aceh di Madinah dan satu kloter di Makkah. Setelah BTJ-14 diberangkatkan menuju Madinah, seluruh jemaah Aceh akan terpusat di Kota Nabi sebelum dipulangkan secara bertahap ke Tanah Air melalui Debarkasi Aceh.
Aentenews by Ampelsa.