Adi berharap, masyarakat semakin memahami bagaimana pengelolaan pertambangan yang bertanggung jawab dan perlindungan lingkungan hidup yang dilakukan Solusi Bangun Andalas sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, melalui Kepala Bidang Mineral dan Batubara, Said Faisal, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Solusi Bangun Andalas yang menghadirkan ruang edukasi dan kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan pemahaman mengenai praktik pertambangan yang baik.
“Melalui seminar ini, SBA sudah mengambil langkah positif dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta penerapan kaidah pertambangan yang baik. Kami berharap, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat seperti ini dapat terus diperkuat untuk mewujudkan pembangunan yang aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh,” ujar Said.
Pada kesempatan yang sama, SBAl juga menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas kontribusi dan keterlibatan aktif perusahaan dalam upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi di Aceh.
Sehari setelahnya SBA juga menerima Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Aceh. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin antara perusahaan dengan pemerintah daerah, media dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan serta respon terhadap bencana yang berdampak pada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, SBA berharap semakin banyak pihak yang memahami pentingnya budaya keselamatan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana sehingga tercipta masyarakat Aceh yang lebih tangguh dan berdaya dalam menghadapi berbagai risiko di masa mendatang.//Redaksi.