Banda Aceh (Aentenews) -Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mempercepat pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan Sistem Penyedia Air Bersih (SPAM) modern untuk pemenuhan kebutuhan dasar air bersih bagi warga terdampak bencana banjir Sumatera, salah satu di wilayah provinsi Aceh.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo dalam keterangan resmi seusai mengunjungi Pembangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru di kabupaten Aceh Taniang, Aceh, Selasa (9/6/2026), mengatakan proyek yang dirancang berskala besar itu untuk menopang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia mengatakan, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) pascabencana Sumatera, pembangunan sistem layanan air bersih yang modern, permanen dan berkelanjutan itu ditarget selesai pada Agustus 2026.
Hal itu terlihat dari kombinasi antara pembangunan ratusan titik sumur bor dengan pembangunan SPAM yang saat ini progresnya sudah mencapai 30 persen.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menambahkan keberhasilan pembangunan sistem air bersih tidak hanya ditentukan pleh proses konstruksi, tetapi juga kepastian ketersediaan sumber air baku agar layanan tetap berjalan dalam berbagai kondisi, baik saat musim kemarau maupun musim hujan.
“Pembangunan IPA baja 2x50 Lps saat ini sudah berproses. Namun harus memastikan sumber atau intake-nya terjaga. Sekarang kondisi sungai memang sedang tinggi, tapi harus dicek juga saat kondisi kering, apakah debitnya masih mencukupi,” ujar Dody saat melakukan peninjauan langsung pembangunan SPAM.
Menurut Menteri Pekerja Umum, SPAM Karang Baru nanti akan mendukung sumbangan air bersih secara bertahap bagi sekitar 10.000 rumah tangga. Infrastruktur ini dirancang bukan hanya untuk menjawab kebutuhan pascabencana, melainkan juga memperkuat ketahanan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana untuk jangka panjang.