aceh

Tuanku Muhammad: Layaknya Aceh miliki sistem kelistrikan mandiri

Senin, 1 Juni 2026 | 08:36 WIB


Foto: dprkbandaaceh@go.id





Banda Aceh (Aentenews) - Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad, menilai layaknya Aceh memiliki sistem kelistrikan mandiri atau yang tidak lagi sepenuhnya tergantung pada sistem kelistrikan interkoneksi Sumatera bagian utara(Sumbagut).





"Saya minta pusat dan PT PLN dapat merealisasikan kemandirian sistem kelistrikan di Aceh. Itu sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi Aceh dan menghindari kerugian besar akibat ketidakstabilan pasokan listrik dari luar daerah," katanya di Banda Aceh.





Dikutip dari website dprk.bandaacehkota.go.id, politisi muda itu menyatakan bahwa ketahanan energi adalah fondasi pembangunan ekonomi. Aceh tidak boleh terus berada dalam posisi rentan akibat ketergantungan penuh pada sistem kelistrikan Sumbagut.





Beberapa waktu lalu, terjadi pemadaman listrik yang berdampak luas hampir keseluruh Aceh, khususnya Kota Banda Aceh. Kondisi itu tentunya sangat merugikan dan memberi trauma yang mendalam bagi warga Aceh.





"Kita membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih mandiri, kuat, dan mampu menjamin kepastian pasokan listrik bagi masyarakat," katanya menambahkan.





Selama ini Aceh masih menjadi bagian dari sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera Bagian Utara yang terhubung dengan Sumatera Utara dan beberapa wilayah lainnya.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB