aceh

Uang meugang untuk warga dari Mualem, ternyata dari sini dananya

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB


Foto Dok Biro Adpim Setda Aceh





Banda Aceh (Aentenews) - Meugang atau Makmeugang yang mengandung arti hari penyembelihan ternak sapi/kerbau, salah satu tradisi yang masih bertahan di masyarakat Aceh pada setiap menjelang puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha di Aceh.





Pada momen tersebut, masyarakat biasanya membeli dan memasak daging untuk disantap bersama keluarga, sekaligus menjadi tradisi bagi orang kaya berbagi kepada warga kurang mampu.





Di Banda Aceh, Selasa, atau sehari menjelang Idul Adha 1447 Hijriyah, seribuan warga mendatangi Meuligoe Gubernur Aceh untuk menerima bantuan uang meugang yang dibagikan oleh tim Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.





Sejak pagi, warga mulai berdatangan dan berkumpul di sejumlah ruas jalan di sekitar Meuligoe Gubernur Aceh. Menjelang siang, mereka kemudian masuk ke halaman belakang Meuligoe untuk mengikuti pembagian bantuan.





Sekitar pukul 12.40 WIB, tim Mualem mulai membagikan bantuan kepada warga. Petugas mengatur warga dalam dua barisan antrean dengan mendahulukan perempuan dan anak-anak, kemudian disusul laki-laki.





Dalam pembagian tersebut, setiap orang dewasa menerima bantuan sebesar Rp100 ribu, sementara anak-anak menerima Rp50 ribu. Bantuan uang meugang itu berasal dari dana pribadi Mualem.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB