Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk dan Ekosistem PosSaku, Muharrir Hasbi,
mengatak kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperluas dampak digitalisasi UMKM.
“Kami percaya, ketika sistem pembayaran dan pencatatan usaha sudah terintegrasi, pelaku UMKM bisa lebih fokus ke hal yang paling penting: mengembangkan bisnis mereka. Sisanya, biar sistem yang bantu kerja,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Bank Aceh dan PosSaku menargetkan terciptanya ekosistem UMKM yang lebih tertib administrasi, transparan, dan berbasis data. Tidak hanya itu, integrasi QRIS sebagai metode pembayaran utama juga diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan di Aceh.
Ke depan, kedua pihak membuka peluang untuk pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk inovasi layanan dan program pendampingan berkelanjutan bagi UMKM. Dengan semangat kolaborasi ini, digitalisasi bukan lagi sekadar wacana tetapi menjadi langkah nyata menuju UMKM Aceh yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi.//Redaksi.