Banda Aceh (Aentenews) - Sekda Aceh M Nasir, mengingatkan Aceh merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingg pembangunan ke depan harus dirancang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada mitigasi risiko bencana.
Saat membukaMusyawarah Provinsi (MUSPROV) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Aceh 2026 di Banda Aceh, Senin (18/5), dijelaskan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah akhir 2025 telah memberikan pelajaran beharga terkait pentingnya pembangunan yang tangguh dan aman bagi masyarakat.
Kerusakan infrastruktur serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat akibat banjir dan longsor harus menjadi perhatian bersama dalam proses perencanaan pembangunan.
Meski demikian, Sekda mengungkapkan bahwa perekonomian Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,09 persen secara tahunan.
Sektor konstruksi bahkan menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Aceh dengan kontribusi mencapai 1,36 persen, disusul perdagangan sebesar 1,27 persen.
Karena itu, Sekda menegaskan pentingnya peran dunia jasa konsultansi dalam memastikan pembangunan berjalan secara tepat, aman, efisien, dan berkualitas.
Menurutnya, mulai dari penyusunan tata ruang, studi kelayakan, desain infrastruktur hingga pengawasan pekerjaan membutuhkan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab profesional yang tinggi.