Banda Aceh (Aentenews) - Kalangan pengusaha industri tempe dan tahu di Aceh menyatakan perkembangan harga kacang kedelai impor asal Amerika Serikat di daerah itu berada pada posisi Rp11.000 per kilogram atau naik dibanding harga sebelumnya berkisar Rp10.700 per kilogram, sedangkan stok kedelai untuk sementara cukup.
“ Kenaikan harga kacang kedelai impor itu tidak terlalu signifikan . Namun, pergerakan harganya sejak setahun terakhir terus berubah cenderung melonjak,” kata Mulizar, pengusaha industri tahu di banda Aceh, Rabu (21/4/2026).
Sebagai pengusaha tahu dan tempe, katanya, kenaikan harga dari kondisi normal tentunya berpengaruh pada biaya produksi dan penjualan di pasar, sehingga untuk menyiasati terpaksa mengurangi sedikit ukuran tempe dan tahu.
Pelaku industri tahu dan tempe di Aceh, bergantung pada ketersediaan bahan baku kedelai impor asal Amerika Serikat. Jika terjadi kekurangan stok dan harga naik, akan berdampak pada keberlangsungan produksi dan selain harga tahu dan tempe di tingkat konsmen juga terganggu.
Sementara, pengusaha tahu dan tempe, Zikra di kabupaten Aceh Besar, menyatakan hal yang sama sejak beberapa bulan terakhir harga bahan baku kedelai impor naik hingga Rp11.000 per kilogram. Kenaikan harga bahan baku kedelai itu berdampak pada pelaku industri.
Pelaku industri tahu dan tempe, mengharapkan kepada pemerintah dapat menjaga stabilitas harga dan menjadi ketersediaan bahan baku kacang kedelai di dalam negeri. Kacang kedelai adalah kebutuhan pangan yang diimpor untuk bahan baku industri tahu dan tempe, sehingga membutuhkan jaminan stok dan stabilitas harga untuk keberlangsungan usaha pengrajin.
“Informasi yang berkembang, naiknya harga kacang kedelai impor asal Amerika Serikat itu dampak dari isu konflik geopolitik global. Kebutuhan kacang kedelai di Aceh diimpor melalui Medan (Sumut),” katanya.