Banda Aceh (Aentenews) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh menyatakan hingga April 2026, telah menyerap hasil panen milik petani di provinsi Aceh hampir mencapai 50 persen, dari total target serapan tahun 2026 sebanyak 134.000 ton setara beras.
“Capaian serapan beras ini merupakan hasil panen yang berlangsung di beberapa derah di provinsi Aceh,” kata kata Pimpinan Wilayah Bulog Aceh, Budi Sultika, di Banda Aceh, Jumat (17/4/2026).
Dikatakannya, dalam upaya pencapaian terget tersebut, pihak Bulog Aceh akan berupaya memaksimalkan serapan beras pada Mei -Juni 2026, karena di beberapa daerah masih berlangsung panen padi.
Adapun langkah strategis penyerapan beras dilakukan dua metode, yakni melalui mitra-mitra dan sistem jemput langsung di tingkat petani.
Menurutnya, Bulog Aceh melalui mitra membeli harga gabah ditingkat petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP), yakni untuk gabah kering panen (GKP) seharga Rp6.500 per kilogram.
“Bulog siap membeli seluruh hasil panen petani yang ada di Aceh melalui mitra-mitra resmi, termasuk juga melakukan jemput bola,” katanya.
Bulog Aceh optimistis, pencapaian target pengadaan beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah akan tercapai, mengingat panen puncak akan berlangsung pada April termasuk pada pembelian panen musim gadu mendatang.