Harapannya, Ramadhan kali ini menjadi lebih hidup dan bermakna, khususnya di wilayah perbatasan Aceh. Masyarakat berharap momentum suci ini semakin memperkuat aqidah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa di pelosok negeri pun cahaya Islam akan terus bersinar membawa keberkahan.
Kehadiran da’i perbatasan membuktikan bahwa dakwah tidak mengenal batas geografis. Di ujung barat negeri, semangat gotong royong dan kebersamaan tetap menyala, menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh harap. //Redaksi/Kang Arif.