Kepala BNPB menegaskan bahwa seluruh warga terdampak memiliki hak yang sama atas bantuan, baik yang menempati huntara maupun yang memilih DTH. Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui BPBD setempat untuk memastikan seluruh hak masyarakat terpenuhi tanpa terkecuali.
“Kita semua warga negara Indonesia yang sedang tertimpa musibah. Saya pastikan bantuannya sama, baik yang memilih huntara maupun DTH. BNPB akan terus mengisi kebutuhan yang diperlukan,” tegasnya.
Sementara, untuk wilayah lain seperti Kecamatan Linge yang masih dalam tahap pembangunan huntara, BNPB akan menerapkan skema DTH hingga seluruh unit selesai dibangun. Dari total rencana 529 unit huntara di Linge, sebanyak 198 unit telah rampung dan sisanya ditargetkan selesai pada pertengahan Februari 2026.
Huntara Sekolah Segera Dibangun
Dalam kesempatan dialog bersama masyarakat dan relawan, muncul aspirasi terkait kondisi tenda sekolah darurat yang dinilai sudah tidak layak sehingga mengganggu proses belajar mengajar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB langsung memerintahkan jajarannya untuk membangun huntara khusus sekolah dengan ukuran dan fasilitas yang memadai. Untuk dukungan sarana dan prasarana pendidikan, BNPB akan berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Nanti BNPB akan bangun huntara khusus sekolah sesuai kebutuhan ruang kelas. Saya sudah perintahkan jajaran untuk segera memprosesnya. Untuk sarana pendukung lainnya, akan saya koordinasikan langsung dengan Mendikdasmen,” pungkasnya, disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.
Aentenews by Ampelsa.