Setelah beberapa pekan bencana berlalu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau yang biasa disapa Mualem, pun menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa di Aceh ada tradisi meugang setiap menyambut Ramadhan.
Mualem pun menyampaikan kepada Presiden bahwa Aceh butuh dukungan pengadaan bantuan daging meugang untuk masyarakat daerah bencana, agar para korban bisa merayakan tradisi sakral meski mereka masih berada di pengungsian atau barak hunian sementara.
Bak gaung bersambut. Presiden Prabowo menyetujui penggunaan anggaran pengadaan sebanyak 1.544 ekor sapi dan dagingnya dibagikan ke warga di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di provinsi berpenduduk sekitar 5,2 juta jiwa tersebut.
"Kita apresiasi kepedulian Presiden Prabowo Subianto dan itu juga menunjukkan kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang sedang sulit di saat mereka menghadapi bulan puasa Ramadhan," kata tokoh muda Aceh Khalid.
Politisi muda Partai Golkar itu menyatakan Aceh memiliki tradisi unik yang menjadi momen dinanti-nanti setiap tahun menjelang kedatangan Bulan Suci Ramadhan. Meugang adalah tradisi masyarakat untuk menyembelih hewan ternak seperti kerbau dan sapi.
Biasanya, kalangan masyarakat yang punya kemampuan secara ekonomi akan menyembelih hewan dan daging hewan itu dibagikan kepada keluarga, tetangga, sanak saudara, atau mereka yang membutuhkan.
Meski santapan daging setiap hari mereka konsumsi, namun memasak dan menikmati hidangan menu daging pada hari meugang (sehari atau dua hari menjelang puasa) itu memiliki makna tersendiri bagi masyarakat.
"Uroe Meugang" bisa dimaknai hari penyembelihan hewan ternak, biasanya sapi atau kerbau. Dan harga daging pada "Uroe Meugang" akan lebih mahal jika dibandingkan hari-hari biasa di Aceh. Terkadang harganya bisa naik mencapai 30 persen dibanding sebelum meugang.