aceh

Meugang antara tradisi dan solidaritas negara di tengah bencana Aceh

Minggu, 15 Februari 2026 | 20:58 WIB


Foto Aentenews by Ampelsa





Oleh Azhari





Banda Aceh (Aentenews) - Bencana hidrometeorologi akhir November 2025 tak hanya melahirkan duka karena kehilangan nyawa dan harta bagi warga di 18 kabupaten dan kota di Aceh.





Banjir besar di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bireun itu meninggalkan lumpur tebal yang mengubur rumah, infrastruktur publik, dan mata pencaharian penduduk.





Puluhan ribu ekor kerbau, sapi, kambing, ayam, bebek, dan ikan peliharaan yang selama ini menjadi penopang harian ekonomi masyarakat kecil, lenyap.





Duka akibat banjir dan longsor pun bertambah pilu tatkala kayu-kayu gelondongan ikut bersama air yang menerjang dan memorak-porandakan semua yang dimiliki warga di daerah-daerah terparah diterjang bencana banjir dan longsor.





Semua itu akhirnya menggerakkan hati para pemimpin agar lara tak bertambah di saat warga menghadapi hari-harinya menjelang puasa.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB