aceh

Waspada, ada akun Facebook catut nama Mualem

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:08 WIB
Ilustrasi Facebook dibuat oleh AI


Foto Dok Biro Adpim Setda Aceh





Banda Aceh (Aentenews) - Pemerintah Aceh meminta masyarakat untuk mewaspadai akun Facebook palsu yang mencatut nama Gubernur Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem.





"Jangan  percaya tawaran bantuan lewat media sosial (medsos). Masyarakat Aceh diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya akun Facebook palsu yang mengatasnamakan Gubernur Aceh," tegas Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat.





Di Banda Aceh, Rabu, ia menjelaskan akun dengan nama “Muzakir Manaf” tersebut diketahui mengunggah informasi bohong terkait penyaluran bantuan kepada masyarakat dengan dalih pemenuhan sejumlah persyaratan yang dikirim melalui pesan Facebook.





"Modus itu diduga bertujuan menipu warga, " katanya menegaskan bahwa  akun tersebut bukan akun resmi Gubernur Aceh maupun Pemerintah Aceh.





Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran bantuan yang disampaikan melalui media sosial, terlebih jika meminta data pribadi atau persyaratan tertentu.





“Pemerintah Aceh tidak pernah melakukan penyaluran bantuan maupun pemenuhan syarat bantuan melalui media sosial. Jika ada akun yang mengatasnamakan pimpinan pemerintah dan menawarkan bantuan, itu dipastikan hoaks,” ujar Akkar.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB