Banda Aceh (Aentenews) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menyebutkan butuh tambahan anggaran untuk bisa mencapai atau masuk 10 besar prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT - NTB 2028 .
Ketua KONI Aceh Saiful Bahri di Banda Aceh, Rabu, menegaskan tambahan anggaran itu dibutuhkan untuk pembinaan atlet dan pelatih.
“Selain pembinaan, ada banyak kebutuhan lain yang sangat urgen. Total anggaran yang dibutuhkan KONI Aceh tahun ini mencapai Rp64 miliar,” ungkapnya.
Dipihak lain, ia menjelaskan sejumlah kebijakan KONI Aceh yang diambil pada akhir tahun lalu, termasuk penghentian Pra PORA.
“Pra PORA akhir tahun lalu kita hentikan karena kondisi bencana. Anggarannya kita alihkan untuk bantuan kemanusiaan,” kata Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yahya.
Ia juga menyampaikan rencana pergeseran pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA). Menurutnya, PORA tidak memungkinkan digelar tahun ini karena musim hujan dan kondisi daerah yang terdampak banjir cukup parah di sejumlah kabupaten/kota.
“PORA rencananya akan kita geser dari akhir tahun ini ke musim kering di tahun berikutnya. Selain faktor cuaca, banyak daerah saat ini sedang fokus memperbaiki kondisi wilayahnya pascabanjir, sehingga PORA tidak mungkin dilaksanakan tahun ini,” jelasnya.