Sementara, Muntasir, perternak asal Lhokseumwe, Aceh Utara menyatakan, sapi yang dipasarkan di pasar Hewan Sibreh ini, merupakan ternak yang berasal dari salah satu daerah yang tidak terkena banjir bandang.
“Ada Sebagian wilayah di Aceh Utara masih memiliki ternak sapi karena daerahnya tidak terdampak bencana,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah Aceh telah mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat untuk merealisasikan impor daging dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat merayakan tradisi Meugang Ramadhan, karena stok ternak di Aceh berkurang terdampak bencana banjir dan longsor.
Berdasarkan data per 13 Januari 2026, total ternak terdampak bencana di Aceh, sapi dan kerbau sebanyak 24.059 ekor, kambing dan domba sebanyak 39.128 ekor, unggas sebanyak 545.909 ekor.
Kebutuhan daging di Aceh tahun 2026 berkisar 9.618 ton, sedangkan kebutuhan daging setiap momen khusus pada Meugang Ramadhan tahun 2025 sebanyak 1.000 hingga 1.500 ton, belum termasuk kebutuhan harian masyarakat dan dunia usaha untuk tahun berjalan.
Aentenews by Ampelsa.