aceh

Pemerintah batasi tonase kendaraan melintas di jembatan Bailey Kuta Blang

Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:24 WIB






Banda Aceh  (Aentenews) - Pemerintah akan membatasi tonase atau volume kendaraan yang akan melintas di jembatan Bailey, Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Biruen sebagai upaya mencegah kerusakan parah terhadap jembatan di lintasan jalan nasional Banda Aceh-Medan itu.





"Mulai Ahad (18/1) besok, diberlakukan pembatasan. Kebijakan ini diambil untuk mencegah kerusakan struktur jembatan yang saat ini menjadi salah satu akses vital masyarakat, " kata Juru Bicara Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin di Banda Aceh, Sabtu.





Pembatasan tersebut didasarkan pada hasil laporan dan evaluasi teknis, dengan pembatan ini dengan harapan tidak ada lagi kendaraan yang nakal, memaksa menerobos jembatan ini meski muatannya melebihi kapasitas yang ditetapkan, katanya menegaskan.





Ia menyebutkan bahwa jembatan Bailey Krueng Tingkeum merupakan urat nadi transportasi masyarakat di jalur lintasan Banda Aceh-Medan. Jika jembatan darurat ini kembali rusak, maka akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat Aceh.





"Jembatan Krueng Tingkeum ini satu-satunya jembatan utama penghubung jalan nasional Medan-Banda Aceh," ungkapnya.





Berdasarkan laporan Dinas PUPR Bireuen, kata Murthalamuddin, kendaraan yang diizinkan melintas milai Minggu besok dibatasi pada kendaraan maksimal dua sumbu (tipe 1.2).


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB