"Dari total data yang ada, sebanyak 2.000 unit rumah sudah memiliki kepemilikan sertifikat sah berdasarkan data by name by address. Hal ini memudahkan proses percepatan pembangunan agar warga terdampak bisa segera menempati hunian yang layak," tambahnya.
Sementara Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bireuen yang telah memulai tahap pertama pembangunan di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli. Ia menekankan pentingnya pemilihan lokasi yang telah melalui kajian mitigasi bencana agar pemukiman baru tersebut tidak lagi berada di jalur rawan longsor atau bantaran sungai yang berisiko tinggi.
Ia berharap, pembangunan 1.000 unit hunian tetap (Huntap) di Kabupaten Bireuen bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi jangka panjang untuk menjamin keselamatan warga terdampak bencana banjir dan longsor.
"Pembangunan ini harus berbasis mitigasi. Saya meminta agar standar keamanannya benar-benar diprioritaskan. Kita bangun sekali, tapi manfaatnya untuk selamanya. Kemudian data by name by address yang sudah klir harus segera dieksekusi. Untuk yang belum memiliki sertifikat, saya instruksikan instansi terkait untuk mendampingi warga agar proses legalitas lahannya cepat selesai," pungkasnya. //Redaksi