Foto tim Humas Pemerintah Aceh
Bireuen (Aentenews) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai membangun hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor, tahap pertama 1.000 unit yang dipusatkan di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli.
Hal itu disampaikan Asisten II Setdakab Bireuen, Mawardi, dihadapan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah dalam rapat virtual bersama 18 Bupati/Walikota se-Aceh yang berlangsung di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Rabu (7/1).
Mawardi menjelaskan, pembangunan 1.000 unit Huntap ini merupakan langkah awal dari rencana besar pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen. Adapun sumber dana pembangunan 1000 unit huntap tersebut berasal dari BNPB.
"Peletakan batu pertama tahap awal dilakukan tadi pagi di Gampong Balee Panah. Rencananya, total 1.000 unit ini akan tersebar di sejumlah titik di wilayah Bireuen," ujar Mawardi.
Mawardi merincikan, berdasarkan data yang dihimpun Pemkab Bireuen, terdapat usulan sebanyak 3.629 unit rumah yang masuk dalam kategori rusak berat atau hilang. Semua data tersebut telah diverifikasi secara ketat berdasarkan nama dan alamat (by name by address).
Terkait kendala lahan yang kerap menjadi hambatan dalam pembangunan Huntap, Mawardi memastikan bahwa sebagian besar calon penerima manfaat sudah memiliki legalitas tanah yang jelas.