aceh

Bireuen bangun 1.000 unit  hunian tetap untuk korban bencana

Rabu, 7 Januari 2026 | 19:57 WIB


Foto tim Humas Pemerintah Aceh





Bireuen (Aentenews) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen  mulai membangun hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor, tahap pertama 1.000 unit  yang dipusatkan di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli.





Hal itu disampaikan Asisten II Setdakab Bireuen, Mawardi, dihadapan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah dalam rapat virtual bersama 18 Bupati/Walikota se-Aceh yang berlangsung di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Rabu (7/1).





Mawardi menjelaskan, pembangunan 1.000 unit Huntap ini merupakan langkah awal dari rencana besar pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen. Adapun sumber dana pembangunan 1000 unit huntap tersebut berasal dari BNPB.





"Peletakan batu pertama tahap awal dilakukan tadi pagi di Gampong Balee Panah. Rencananya, total 1.000 unit ini akan tersebar di sejumlah titik di wilayah Bireuen," ujar Mawardi.





Mawardi merincikan, berdasarkan data yang dihimpun Pemkab Bireuen, terdapat usulan sebanyak 3.629 unit rumah yang masuk dalam kategori rusak berat atau hilang. Semua data tersebut telah diverifikasi secara ketat berdasarkan nama dan alamat (by name by address).





Terkait kendala lahan yang kerap menjadi hambatan dalam pembangunan Huntap, Mawardi memastikan bahwa sebagian besar calon penerima manfaat sudah memiliki legalitas tanah yang jelas.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB