aceh

Terangkan Aceh Tengah, PLN operasikan 10 genset portable

Sabtu, 6 Desember 2025 | 08:32 WIB
Petugas PLN bekerja siang malam untuk menormalkan kelistrikan di Aceh pascabencana banjir dan longsor. Foto kiriman warga.


Banda Aceh (Aentenews) - Pihak PT Perusahaan Listrik Negara (persero) mengoperasikan sepuluh genset portable berkapasitas 7.000 watt untuk mendukung layanan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah.





Akses menuju Aceh Tengah masih terputus total. Untuk mendukung layanan darurat, kami mengirim sepuluh genset portable berkapasitas 7.000 watt dengan dukungan BNPB. Peralatan itu telah diterbangkan ke Aceh Tengah untuk menerangi posko-posko pengungsi yang masih gelap," kata General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, di Media Center Posko Tanggap Darurat, 5 Desember 2025..





Di wilayah tersebut, PLN masih memiliki PLTD Ayangan yang mampu memasok listrik sebesar 800 ribu watt, sehingga RSUD Aceh Tengah dapat tetap beroperasi tanpa kendala kelistrikan. PLN juga berencana mengirimkan satu unit genset berkapasitas 250 ribu watt pada hari ini (Sabtu, 6/12) untuk kebutuhan RSUD Bener Meriah.





Di sisi lain, layanan kelistrikan di RSUD Langsa telah kembali normal. PLN juga menargetkan penyalaan satu penyulang tambahan di Aceh Tamiang pada Jumat (5/12) malam yang diharapkan dapat mengaliri listrik hingga kawasan Kedai Besi.// Redaksi.














Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB