“Pesawat sudah ada, namun ijin dan jamaah yang masih terus kita pastikan. Karena itu, kami mengapresiasi Gubernur yang telah mempertemukan kami dengan pihak travel untuk membahasnya,” kata Muchlis
Sebelumnya, Mahfud Ahmad Makam menjelaskan, saat ini dirinya terus berkoordinasi dengan travel penyelenggara Umrah untuk bisa memenuhi target jumlah jamaah agar bisa diberangkatkan pada Januari 2026.
“Target Pak Gubernur di Januari. Karena itu, kita terus berkoordinasi agar jumlah jamaah mencukupi untuk diberangkatkan. Jika tidak mencukupi, maka akan kita berangkatkan di Februari,” kata Mahfud.
Sementara itu, Mualem menjelaskan dirinya mencoba menjembatani pertemuan antara pelaku travel yang selama ini fokus pada penyelenggaraan Ibadah Umrah, dengan PT SAM Airlines.
“Hari ini, saya memfasilitasi pertemuan Pak Muchlis dan Pak Mahfud serta Datin Seri Vie Shantie Khan, untuk membahas penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah via Aceh,” ujar Gubernur.
Mualem meyakini, kehadiran maskapai SAM Airlines bekerja sama dengan PT PEMA ini mampu menggerakkan perkonomian dan membawa Aceh lebih maju di masa mendatang.
“Dari pertemuan tadi dijelaskan, bahwa pada tahap awal mungkin SAM Airlines akan mencarter pesawat, namun base-nya tetap di Aceh, tapi tentu mereka tidak hanya melayani jamaah asal Aceh. Jika perlu, se-Nusantara bisa berangkat via Aceh dengan menggunakan jasa SAM Airlines,” kata Mualem.
Mualem optimistis, waktu tempuh yang jauh lebih singkat karena letak geografis Aceh yang sangat dekat dengan Arab Saudi akan menggoda para jamaah se-Nusantara untuk berangkat Haji dan Umrah via Aceh.