“Pembekalan seperti ini menjadi bagian dari upaya kami agar lahir polisi-polisi yang tidak hanya cakap secara taktis dan teknis, tetapi juga matang secara moral dan spiritual,” ujar Kapolda.
Di sisi lain, Kapolda juga menyebut bahwa Aceh memiliki identitas kuat sebagai daerah bersyariat, sehingga anggota Polri di Aceh harus memahami konteks budaya dan nilai-nilai masyarakatnya agar kehadirannya benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan.
Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada MPU Aceh yang selama ini konsisten bersinergi dengan SPN Polda Aceh dalam memperkuat fondasi moral para calon polisi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut semakin mempertegas arah pembinaan Polri Aceh yang humanis, responsif, dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap nilai agama dan adat istiadat.
“Kita semakin optimis bahwa generasi baru personel Polri yang lahir dari SPN Polda Aceh kelak tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, menjunjung nilai-nilai lokal, dan mampu berkontribusi secara konstruktif dalam menjaga keamanan serta keharmonisan masyarakat di Tanah Rencong,” pungkasnya.// Redaksi
Sumber : Humas Polda Aceh