Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim Museum Aceh, dukungan masyarakat, serta komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya daerah.
Kepala UPTD Museum Aceh, Arif Arham, turut menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.
“Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian yang sangat baik bagi dunia permuseuman di Indonesia. Dalam pidato Pak Menteri disebutkan bahwa hanya lima museum daerah yang menempati kategori A, dan Museum Aceh menjadi salah satunya. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami,” ungkapnya.
Arif menegaskan, ke depan Museum Aceh akan terus berinovasi, terutama melalui digitalisasi koleksi dan informasi untuk memperluas jangkauan edukasi publik. Selain itu, penyegaran tata kelola dan tampilan museum juga akan dilakukan agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah terjaga.
Prestasi ini mencerminkan sinergi kuat antara Pemerintah Aceh, lembaga kebudayaan, akademisi, dan masyarakat. Museum Aceh kini tidak hanya menjadi pusat pelestarian sejarah, tetapi juga ruang edukasi budaya yang inspiratif bagi generasi muda di Tanah Rencong.//Redaksi
Sumber webasite// disbudpar.acehprov.go.id