Sabang *Aentenews0 - Investor Malaysia, Blackstone Malaysia dan Pemerintah Aceh menjajaki kerja sama pembangunan hub bunkering internasional di Pulau Weh, Kota Sabang.
Hal tersebut terungkap dalam kunjungan CEO Blackstone Malaysia, Dati Seri Vie Shantie Khan yang didampingi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf ke Kota Sabang pada Rabu (5/11).
Turut hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Iskandar Zulkarnaen, Wakil Wali Kota Suradji Yunus dan sejumlah anggota DPR Aceh, di antaranya Salmawati dan Nazaruddin. dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.
Mualem, sapaan akrab Gubernur Aceh, menyampaikan bahwa Sabang memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan logistik dunia. Posisi geografis Sabang yang berada di jalur utama pelayaran internasional menjadi keunggulan yang sangat kompetitif.
"Kita minta fokus pada pembangunan bunkering di Sabang. Berdasarkan data laluan kapal, kawasan ini dilintasi lebih dari 90 ribu kapal setiap tahun. Ini peluang besar untuk menjadikan Sabang sebagai pusat singgah kapal internasional," ujar Mualem.
CEO Blackstone Malaysia, Datin Seri Vie Shantie Khan, menyampaikan hasil kajian awal timnya menunjukkan Sabang memiliki daya tarik investasi yang kuat. Pelabuhan di Sabang memiliki karakteristik yang cocok untuk pengembangan industri bunkering dan shipyard internasional.
Mereka melihat Sabang punya potensi luar biasa. Misalnya, Pelabuhan CT-1 BPKS dengan panjang 430 meter dan draft 25 meter sangat ideal untuk sandar kapal besar. Selain itu, area Teluk Sabang yang relatif terlindung memungkinkan dibangun industrial yard dan fasilitas docking.