Aceh Besar (Aentenews) - Jauh dari kebisingan, berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, di kawasan Ladong, Kabupaten Aceh Besar, berdiri sebuah panti atau lengkapnya diberinama UPTD Panti Sosial Disabilitas Rumoh Seujahtra Beujroh Meukarya.
“Di sini nyaman petugasnya baik-baik Bu, tapi kalau bisa, sudahlah kami netra, janganlah kami dijauhkan dari kota," demikian sepenggal kalimat yang diucapkan seorang siswa kepada Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir, sapaan akrab Kak Na.
Kemudian, kalimat bernada harapan juga diucapkan oleh anak panti itu. "Kami juga minta ditambahkan guru Bu, karena sudah banyak guru yang pindah karena sudah lewat P3K,” ujar salah seorang anak tunanetra kepada Kak Na.
Mendengarkan permintaan tersebut, Kak Na berjanji akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membahas terkait penambahan guru serta kemungkinan memindahkan ke lokasi yang dekat dengan kota.
“Alhamdulillah bisa berkumpul dengan anak-anak hebat di sini. Semangat mereka sangat luar biasa. Insya Allah, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya akan berusaha memberikan pendampingan, pendidikan dan pelatihan untuk mereka,” ucap Kak Na sebelum meninggalkan RSBM.
Ketua TP PKK Aceh yang juga menjabat sebagai Ibunda Guru Aceh, berkunjung ke UPTD Panti Sosial Disabilitas Rumoh Seujahtra Beujroh Meukarya, di kawasan Ladong, Rabu (5/11).
Kedatangan Kak Na yang didampingi Istri Ketua DPR Aceh Rizawati Zulfadhli dan Sekretaris Dinas Sosial Aceh Chaidir disambut dengan lantunan Shalawat warga panti.