aceh

Tuduh wartawan tak bisa dipercaya, begini reaksi wartawan Aceh

Minggu, 19 Oktober 2025 | 21:55 WIB




Masih dari Aceh Selatan, Masluyuddin berkomentar, “Teungku nyoe goh abeh dijep ubat sang. Haba jih dari masa kacau balau (konflik) sampe jinoe secara general. Peureulee ta peuteupat teungku nyoe, ta upgrade ileumee jih.”





Tak Cukup Pengetahuan





Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin secara prinsip tak bisa menerima penilaian “wartawan tak bisa dipercaya” sebagaimana disampaikan orang di akun Tiktok Saif Lofitr.





“Itu tuduhan yang sangat menyakitkan dan kami berharap tuduhan itu bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” kata Nasir.





Menurut Nasir, berbagai saran dan masukan akan menjadi pertimbangan pihaknya sebelum menentukan langkah yang akan diambil.





Nasir juga memastikan pemilik akun Tiktok Saif Lofitr tidak punya pengetahuan yang cukup tentang wartawan termasuk bagaimana profesi wartawan itu dijalankan.





“Pengetahuan Anda tentang wartawan sangat dangkal, bahkan nyaris tidak ada. Kalau Anda menuduh wartawan tak bisa dipercaya berarti Anda punya pengalaman buruk ditipu oleh wartawan gadungan atau bisa jadi media yang Anda baca adalah media abal-abal. Karena musuh utama seorang wartawan profesional adalah kebohongan,” tandas Nasir Nurdin didampingi Wakil Ketua PWI Aceh Bidang Advokasi, Azhari.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB