Dalam sejarah keolahragaan Aceh, anggar merupakan cabang olahraga yang pertama kali sukses menghantarkan atlet ke ajang Olimpiade, yaitu atas nama Alkindi pada Olimpiade Seoul, Korea Selatan tahun 1988.
“Saat tsunami melanda Aceh tahun 2004, banyak atlet anggar yang meninggal dunia. Kita benar-benar memulai dari nol,” kata M. Nasir.
Usaha berbenah mulai membuahkan hasil pada tahun 2021, ketika PON XX digelar di Papua. Saat itu, atlet anggar berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Kemudian pada PON XXI tahun 2024 Aceh-Sumut, para atlet anggar Aceh sukses merebut gelar juara umum dengan capaian 4 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Ditunjuknya Aceh sebagai tuan rumah Indonesia Open Fencing Championship 2025, kata Sekda Aceh, tidak hanya menjadi indikasi capaian kebangkitan prestasi anggar, tetapi juga legitimasi bahwa Aceh siap menggelar kejuaraan baik di level nasional maupun internasional.
Sementara itu, Pembina PB IKASI, Tono Suratman, yang hadir langsung pada Opening Ceremony Indonesia Open Fencing Championship, menyampaikan bahwa dirinya selalu mengikuti perkembangan olahraga anggar di Aceh.
“Dan kita tentunya akan merasa bangga jika nanti para atlet dapat bersaing dan meraih prestasi di ajang SEA Games,” sebut Tono.
Turut hadir pada acara pembukaan, Kadispora Aceh, perwakilan KONI Aceh, para ketua pengprov cabang olahraga, pimpinan Bank Aceh, PT PEMA dan PT PGE, serta sejumlah tamu undangan lainnya.[
Rilis