Banda Aceh (Aentenews) – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Aceh dipercayakan menjadi tuan rumah Indonesia Open Fencing Championship yang diikuti atlet dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Australia.
Kejuaraan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, Jumat pagi, di Hall Anggar Aceh, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Sekda Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengurus Besar (PB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) kepada Aceh untuk menjadi tuan rumah pada tahun 2025 ini.
“Partisipasi para atlet anggar dari berbagai negara tentunya juga merupakan sebuah kebanggaan bagi Aceh khususnya, dan bagi PB IKASI pada umumnya,” kata M. Nasir yang juga Ketua Umum IKASI Aceh.
Tercatat sebanyak 120 atlet ikut serta pada ajang tersebut.
Pada kesempatan itu, M. Nasir juga menyampaikan bahwa selama tujuh tahun terakhir, cabang olahraga anggar di Aceh terus melakukan pembenahan. Targetnya, meningkatkan prestasi anggar Aceh seperti yang diraih pada era tahun 1960 hingga 1990-an.
“Kejayaan anggar Aceh saat itu tidak hanya di level nasional, tetapi juga di level internasional,” kata Sekda Aceh.