Banda Aceh (Aentenews) - Pemerintah Aceh menawarkan potensi pengemukan sapi ke Australia, dengan pertimbangan provinsi itu memiliki kondisi alam yang hijau, sehingga menjadi modal utama bagi pengusaha berinvestasi di sektor peternakan.
Disamping itu Aceh berada di posisi yang sangat strategis yaitu sebagai pintu gerbang perdagangan internasional jalur Samudera Hindia. Aceh merupakan provinsi di Indonesia yang sangat dekat dengan jalur pelayaran internasional, kata Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin, Jumat.
Membawa pesan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Jamaluddin melakukan pertemuan dengan staf penting Kedubes Australia di Jakarta. Jamaluddin juga menjelaskan Aceh memiliki pelabuhan bebas Sabang yang membuka peluang besar untuk menjadikan Aceh sebagai hub penggemukan sapi.
Aceh juga dikenal daerah yang paling halal di Indonesia dalam bidang produksi makanan, sehingga sangat berpotensi untuk menjual sapi hidup, daging, maupun produk turunan seperti rendang atau Sie Reuboeh ke Timur Tengah khususnya Arab Saudi.
Disamping hubungan Aceh dengan Arab Saudi telah melalui berbagai dinamika dan warna tersendiri semenjak berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam, sehingga Aceh dikenal dengan Serambi Mekkah. Aceh merupakan satu-satunya komunitas yang memiliki aset di Arab Saudi yakni sebuah hotel yang telah diwakafkan untuk kepentingan ibadah Haji yaitu “Baitul ‘Asyi”.
Dengan demikian Aceh memiliki kesempatan yang sangat baik untuk menginisiasi kembali hubungan dengan Arab Saudi maupun negara-negara Timur Tengah lainnya khususnya dalam bidang export sapi atau daging sapi.
Sebagaimana diketahuai kebutuhan daging sapi di kawasan Timur Tengah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, peningkatan standar hidup, serta faktor religius (kebutuhan daging halal yang berkualitas tinggi).