Lebih ironis lagi, ketika warga mulai vokal mengeluh, yang muncul bukan solusi, melainkan alasan klasik yang sudah basi: gangguan teknislah, pohon dan tiang tumbanglah, dan lain sebagainya. Padahal, listrik yang mati bukan cuma soal teknis, tapi soal bagaimana manajemen dan integritas perusahaan itu berjalan. Kalau manajemen sudah bobrok, jangan harap listrik bisa menyala dengan mulus.
PLN, sudah waktunya berhenti main-main dengan nasib jutaan warga. Jangan jadikan Aceh sebagai tempat percobaan sistem abal-abal. Jika tidak mampu menjaga kestabilan jaringan interkoneksi, lebih baik akui saja ketidakmampuan itu, jangan bungkam dan diam sambil membiarkan masyarakat menjerit dalam gelap.
Sebab pada akhirnya, padamnya listrik bukan cuma soal kegelapan fisik, tapi kegelapan harapan dan kepercayaan terhadap institusi yang mestinya hadir untuk melayani, bukan menyiksa.