Banda Aceh (Aentenews) - Sejumlah tenaga pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) Aceh, menciptakan produk unggulan biofarmaka dengan memanfaatkan tanaman lokal masyarakat di Gampong Payatieng, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Dalam kegiatan yang diberi judul "Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)" juga memberikan pelatihan kepada kaum perempuan yang tergabung dalam PKK Gampong Payatieng, kata Ketua Tim Pelaksana Kegiatan STIkes Aceh Erda Marniza ST, M.Si di Banda Aceh, Sabtu.
"Judul TOGA itu kami angkat, mengingat di Gampong Payatieng itu banyak warga yang menanam tanaman-tanaman yang bisa dijadikan obat, tapi tidak dimanfaatkan dengan sempurna," kata Erda Marniza.
Tim Pelaksana Kegiatan STIkes Aceh beranggotakan Apt Cut Suraiya W.U,S. Farm. M.Si dan Widya Angreni S.Si.M.Si, serta dibantu oleh mahasiswa yakni Pocut Balqis dan Nella Cahya Putri.
Erda menyampaikan bahwa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini juga di danai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan dua hari, yakni 1-2 September 2025, diawali dengan sosialisasi atau penyuluhan tentang pengolahan TOGA dan cara membuat produk unggulan biofarmaka berupa infuse water, jamu dan racikan herbal yang disampaikan oleh Ketua Tim, Erda Marniza, ST, M.Si.
Selanjutnya pada 2 September 2025, tim memberikan pelatihan tentang pembuatan produk biofarmaka. Pelatihan hari kedua itu, peserta langsung kami dampingi dengan materi pembuatan produk biofarmaka berupa infus water hipertensi, detoksifikasi, asam lambung, jamu beras kencur, kunyit asam, racikan herbal untuk kolesterol dan hipertensi.
Sebelum pembuatan produk biofarmaka, tim sebagai pihak penyelenggara kegiatan telah membagi resep agar produk yang dihasilkan itu memiliki khasiat yang pas dengan komposisi yang konsisten.