Sabang (Aentenews) - General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra, menilai penyampain informasi terkait kondisi dan perkembangan kelistrikan di Aceh melalui pemberitaan pers atau media sudah profesional dan berimbang.
"Kami mengapresiasi insan pers yang telah berkontribusi dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi dan perkembangan kelistrikan di Aceh secara berimbang, " katanya di Sabang, Kamis (20/8) malam.
Karena itu, dia menilai hubungan antara PLN dan media, khususnya di Aceh bukan sekadar kelembagaan, tapi bagian terpenting dalam upaya membangun ekosistem informasi publik.
Sebuah contoh, Eddi Saputra menjelaskan ada tower listrik yang nyaris roboh sebagai dampak aktivitas galian C di salah satu lolasi di Aceh Timur. "Pers memberitakan sebelum tower itu benar-benar roboh. Kami tahu dan cepat kami betulkan kembali setelah adanya informasi dari media, " ujar dia.
Artinya, PLN sangat terbantu dan tanpa rekayasa sehingga tidak terjadi insiden. "Tanpa adanya informasi dari pers, mungkin tower tersebut roboh dan dampaknya, listrik padam, " kata GM PLN Aceh.
Media Gathering 2026 PLN itu menghadirkan 41 wartawan lintas media di Banda Aceh dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
Media Gathering 2026 yang mengusung tema Let’s Show The Goodness itu menjadi ajang dalam memperkuat sinergi dan komunikasi dengan insan pers.