Banda Aceh (Aentenews) - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera menyatakan sebanyak 2.684 meter kubik kayu hanyut pascabanjir yang terkumpul di Aceh telah ditangani untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekontruksi pembangunan rumah warga terdampak bencana.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, Rabu (1/4/2026). mengatakan pihaknya telah merancang skema pemanfaatan kayu hanyutan sebagai material membangun hunian hingga digunakan untuk kebutuhan kalangan industri.
“Kemudian juga (bisa) dipakai masyarakat untuk membangun (hunian) sendiri juga silakan," kata Tito
Ia mengatan, kayu hanyut pascabencana di Aceh sekitar 70 persen sudah ditangani, ada 30 persen belum ditangani.
Data Satgas PRR pada 2 April 2026 mencatat realisasi pemanfaatan kayu hanyutan telah berjalan di sejumlah wilayah terdampak. Adapun rinciannya di Provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Aceh Utara mencatat volume kayu sebanyak 2.112,11 meter kubik telah dimanfaatkan untuk pembangunan huntara.
Sementara, di Kabupaten Aceh Tamiang terdapat 572,4 meter kubik kayu yang saat ini menunggu kebijakan pemerintah daerah untuk penetapan peruntukannya.
Satgas PRR terus mempercepat pemanfaatan kayu hanyutan dengan beragam cara, sebagai bagian strategi rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.