Rabu, 30 September 2026

Satgas PRR Percepat Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Minggu, 29 Maret 2026 | 13:04 WIB
Foto udara kerusakan lingkungan,lahan pertanian dan rumah warga terdampak bencana banjir November 2025 di wilayah Aceh. Aentenews Foto/Ampelsa
Foto udara kerusakan lingkungan,lahan pertanian dan rumah warga terdampak bencana banjir November 2025 di wilayah Aceh. Aentenews Foto/Ampelsa


Banda Aceh (Aentenews) - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan pascabencana banjir, termasuk pemberisihan lumpur dan rehabilitasi sawah melalui skema padat karya di provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar.





Langkah pembersihan lumpur ini dilakukan untuk bencana memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik yang sempat terdampak banjir kembali berfungsi normal. Sementara rehabilitasi sawah dilakukan untuk menjaga pasokan beras dan mempercepat pemulihan kehidupan petani.





Siaran Pers Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Sabtu (28/3/2026) menjelaskan, berdasarkan data Satgas PRR 28 Maret, dari total 42.702 hektar sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi di tiga provinsi terdampak, sebanyak 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara sebanyak 5.333 hektare masih dalam proses penanganan.





"Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi, kata Tito Karnavian," kata Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian.





Rinciannya, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan capaian jumlah lokasi terbanyak dari dari total 476 lokasi yang menjadi target pembersihan sebanyak 396 lokasi, Sumut, dari total 24 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 20 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan dan Sumbar sebanyak 29 lokasi terdampak telah tuntas dibersihkan.





Untuk sasaran rehabilitasi sawah, di provinsi Aceh dari luas 31.464 hektare yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 42 hektare berhasil direhabilitasi, Sumut dari 7.336 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 170 hektare berhasil direhabilitasi dan Sumbar dari 3.902 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 779 hektare berhasil direhabilitasi.





Selain itu, Tito juga menegaskan pihaknya sedang berusaha menormalisasi sungai di tiga provinsi terdampak yang penuh dengan sedimentasi lumpur. Ia mengatakan normalisasi sungai sangat penting untuk mencegah banjir susulan dan mendukung irigasi untuk sawah dan tambak warga.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X