Aceh Singkil (Aentenews) - Rabu pagi, suasana di SMA Negeri 1 Gunung Meriah terasa berbeda, tak kala siswa dan dewan guru menyambut hangat kunjungan jajaran Dinas Pendidikan Aceh dengan penuh semangat dan harapan.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, didampingi Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Syarwan Joni, Kacabdisdik Aceh Singkil Handoko, Kacabdisdik Kota Subulussalam Antoni Boruntu, serta tim humas Disdik Aceh.
Dalam pertemuan bersama para guru di aula sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sebelumnya telah menyiapkan SMA Negeri 1 Gunung Meriah bersama sejumlah sekolah lain di berbagai kabupaten/kota sebagai kandidat sekolah unggul berasrama (boarding school).
Namun, banjir besar yang melanda Aceh pada akhir 2025 membuat sebagian anggaran dialihkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehap-Rekon).
“Semua persyaratan sudah kita siapkan. Tetapi bencana memaksa kita memprioritaskan pemulihan. Meski begitu, pendidikan tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan adalah fondasi peradaban. Di tengah perubahan dunia yang cepat, guru dituntut terus belajar dan beradaptasi.
"Pendidikan harus membangun tiga aspek utama: pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketiganya harus berjalan seimbang agar melahirkan generasi cerdas dan berakhlak," ujarnya.