Gubernur Aceh Mualem (pakai rompi) saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Aceh, beberapa waktu lalu. Foto Dok Humas Aceh.
Banda Aceh (Aentenews) - Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualen kembali menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh yang ke empat kali, dan berlaku selama tujuh hari depan, terhitung sejak 23 Januari 2026.
Dalam rapat perpanjangan status tanggap darurat melalui zoom di Banda Aceh, Kamis (22/1) malam, Mualem menyatakan bahwa perpanjangan ini berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat serta Surat Rekomendasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tanggal 21 Januari 2026 tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana di Provinsi Aceh.
Perpanjangan ini, katanya atas pertimbangan kondisi penanggulangan bencana dan sebaran korban terdampak. Dari laporan lapangan bahwa belum tuntasnya penanganan darurat bencana dan laporan dari Bupati Aceh Tamiang, Bupati Aceh Utara dan Bupati Pidie Jaya.
"Maka, saya selaku gubernur menetapkan Perpanjangan Keempat Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh," tegasnya.
Mualem menjelaskan, perpanjangan untuk memastikan pembersihan lingkungan, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta perbaikan akses masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, merata, dan terkoordinasi, termasuk menjangkau gampong-gampong terdampak yang sulit diakses.
Mualem mengajak seluruh SKPA, pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, relawan, dunia usaha, dan masyarakat untuk terus bekerja bersama mempercepat pemulihan Aceh, agar sekolah, permukiman, fasilitas publik, serta perekonomian warga dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.