Banda Aceh (Aentenews) - Data terbaru yang dihimpun Posko Terpadu Pemerintah Aceh dan BNPB, tercatat 129.657 unit rumah warga mengalami kerusakan, dan 36.328 unit diantaranya rusak berat dan hilang akibat bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh, akhir November 2025.
Kerusakan rumah tersebut tersebar di 225 kecamatan dan 3.658 gampong (desa) di seluruh wilayah Aceh, dan itu data terakhir diterima pada 31 Desember2025, kata Sekda Aceh M Nasir dalam keterangan tertulisnya dan diterima di Banda Aceh, Kamis.
Sementara itu, tercatat sebanyak 22.951 unit rumah mengalami rusak sedang dan 46.779 unit rumah rusak ringan. Adapun sisanya saat ini masih dalam tahap verifikasi teknis untuk menentukan kategori perbaikan yang tepat bagi rumah-rumah terdampak lainnya.
Pemerintah Pusat berkomitmen membangun Hunian Sementara (Huntara) serta disusul dengan Hunian Tetap (Huntap). Skema pembangunan Huntara direncanakan berdiri di samping lokasi rumah warga yang rusak.
"Pembangunan Huntara dan Huntap membutuhkan proses teknis. Namun, ini merupakan prioritas sebagaimana instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, agar warga segera memiliki hunian layak, mengingat waktu yang sudah mendekati bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idulfitri, dan Idul Adha," ujar Sekda Aceh, M. Nasir.
Dalam upaya percepatan, Pemerintah Aceh berencana memanfaatkan material kayu gelondongan yang terbawa banjir untuk membangun Huntara. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Kehutanan Nomor: S.467/PHL/IPHH/PHL.04.01/B/12/2025 yang diterbitkan pada 8 Desember 2025.