Banda Aceh (Aentenews) - Warga korban bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Provinsi Aceh, mulai mengeluhkan penyakit pascabencana.
Sebagian besar pasien mengeluhkan gangguan kesehatan yang umum terjadi pascabanjir, seperti demam, pilek, gatal-gatal, keluhan jantung, dan darah tinggi, kata Ketua Tim Lapangan Mobil Klinik Abizal M Yati yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu.
Selain keluhan fisik, tim medis juga menemukan dampak psikologis, terutama pada anak-anak dan lansia yang masih mengalami trauma akibat bencana.
Ketua Tim Lapangan Mobil Klinik yang juga Sekretaris FDP, Abizal M Yati yang juga Sekretaris Forum Dakwah Perbatasn (FDP) mengatakan, layanan Mobil Klinik saat dibuka pada Sabtu pagi langsung diserbu warga untuk mendapat layanan kesehatan.Dari tiga pos yang dibuka, warga terus berdatangan hingga sore.
“Kehadiran Mobil Klinik sangat dibutuhkan karena banyak fasilitas kesehatan warga yang terdampak banjir atau sulit dijangkau pascakejadian. Ini program lanjutan setelah kami hadir di Aceh Tamiang dan di Pidie Jaya di awal bencana,” ujarnya.
Mobil Klinik FDP dibuka di Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh, salah satu lokasi terdampak banjir. Saat pertama posko layanan kesehatan dibuka, puluhan warga langsung memadati area.
Dalam waktu kurang dari 30 menit, antrean pasien sudah menembus lebih dari 55 orang. Hingga sore hari, 236 warga mendapatkan layanan kesehatan gratis tersebut.