Bireuen (Aentenews) - Di tengah upaya percepatan penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah daerah, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menunjukkan komitmen kuatnya untuk memastikan bahwa seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian langsung.
Ia sendiri turun langsung ke lapangan dan bahkan harus menyebrangi Sungai Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen, menggunakan perahu karet demi mencapai wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, Ahad.
Dari jembatan yang terputus di Bireuen, Kapolda Aceh menaiki perahu karet menuju sisi Kecamatan Kutablang yang menjadi salah satu titik tertahannya masyarakat yang hendak menuju arah Banda Aceh akibat jembatan penghubung di jalan nasional itu terputus akibat banjir.
Setibanya di sisi Kutablang, suasana haru seketika pecah. Puluhan warga, terutama para ibu yang telah lima hari tertahan akibat putusnya jembatan, langsung mendekat dan dengan suara bergetar memanggil Kapolda sambil menangis.
“Bapak Kapolda, kami sudah lima hari terjebak di sini, tolong kami!” pinta seorang ibu yang mengaku sudah lima hari tertahan di sisi jembatan Kutablang yang putus akibat banjir.
Mendengar itu, orang nomor satu di Polda Aceh tersebut tanpa ragu menghampiri dan mendengarkan satu per satu keluhan warga yang sejak awal banjir kesulitan memperoleh bantuan maupun berkomunikasi dengan keluarga mereka. Kehadirannya di tengah warga yang telah berhari-hari menunggu pertolongan menjadi sumber penguatan bagi masyarakat yang sebelumnya dipenuhi kecemasan.
Dengan penuh empati, ia menenangkan warga dan memastikan bahwa seluruh personel Polri telah dikerahkan untuk membuka kembali akses, melakukan evakuasi, serta menyalurkan bantuan logistik ke kawasan yang masih terisolasi.