"Masyarakat sangat berharap segera dilakukan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan dan jembatan khususnya, dengan mengerahkan alat berat yang memadai, sehingga akan mempercepat pemulihan, " kata dia menambahkan.
Dibagian lain, Bardan juga menjelaskan jaringan listrik PLN juga belum memadai, selain sulitnya akses komunikasi disebabkan beberapa desa masih "blank spot" jaringan telekomunikasi.
"Masyarakat korban bencana saat ini mengandalkan genset untuk penerangan. Namun harga BBM seperti solar RP15 ribu per liter di daerah terisolir, " ujar Bardan.
Ketika ditanya soal kebijakan Pemerintah Aceh untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar pada 5 Januari 2026, Bardan menyatakan mustahil dilakukan, sebab sebagian besar gedung sekolah dijadikan sebagai lokasi pengungsian korban bencana.//Redaksi.