aceh-tamiang

Kepada Satgas PRR, penyintas bencana dipedalaman Aceh Tamiang butuh air bersih

Sabtu, 4 April 2026 | 23:21 WIB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian, saat berkunjung di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). Foto Satgas PRR



Selain itu, Tito memastikan selama huntap belum rampung dibangun penyintas bencana tetap mendapat bantuan lauk pauk Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan.  Skema ini disesuaikan dengan target pambangunan huntap yang lebih kurang memakan waktu tiga hingga empat bulan, bergantung dari kecepatan dan kelengkapan data dari pemerintah daerah (pemda).





"Kalau sudah ada datanya, diserahkan Kementerian PKP, maka Kementerian PKP segera turun melakukan survei, dilakukan (pembangunan) dan mungkin tiga hingga empat bulan seperti yang kita lihat di Tapsel (Tapanuli Selatan," kata Tito.





Dalam kunjungan tersebut, Satgas PRR juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana sebanyak  276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket perlengkapan dapur, dan lima tempat penyimpanan air (toren) berkapasitas 2000 liter. 





Paket bantuan ini untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar sosial dan ekonomi bagi penyintas bencana serta memahami langsung kebutuhan hidup para penyintas bencana secara berkelanjutan.





Aentenews by Farid Ismullah.


Halaman:

Tags

Terkini

Lantai Huntara di Aceh Tamiang perlu diperkuat

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:44 WIB