Rabu, 30 September 2026

KPK Aksi Bersama BKKBN Pulihkan Psikologi Anak Terdampak Bencana di Tamiang

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Senin, 9 Februari 2026 | 18:31 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)  Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh berpartisipasi dalam aksi sosial pemulihan psikologi anak anak terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (9/2/2026).
Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh berpartisipasi dalam aksi sosial pemulihan psikologi anak anak terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (9/2/2026).


Banda Aceh (Aentenews) - Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)  Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh berpartisipasi dalam aksi sosial pemulihan psikologi anak anak terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.





Kegiatan tersebut bertema “Benar-Benar AKSI: KPK Mengajar” yang dilangsung di beberapa sekolah dengan melibatkan ratusan  siswa dari Sekolah Dasar Negeri dan sekolah Agama.





Dalam pelaksanaannya, Kemendukbangga/BKKBN Aceh menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Aceh sebagai mitra dalam memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak terdampak bencana. 





Ketua Tim Tanggap Bencana HIMPSI Aceh, Nasrinah Hanim,) di Aceh Tamiang, Senin (9/2/2026) menyampaikan bahwa kesehatan mental anak merupakan fondasi penting dalam proses pemulihan pascabencana.





Kegiatan tersebut langsungkan di beberapa satuan pendidikan, yakni SD Negeri 1 Kuala Simpang dengan jumlah peserta sekitar 350 siswa, Ma’had Al Ihsan Al Islamy Tanjung Karang sebanyak 60 siswa, serta Madrasah Diniyyah Al Ikhsan Kota Lintang sebanyak 150 siswa.





Aksi sosial dalam suasana gembira bersama siswa di sekolah tersebut, tim pendampingan melakukan pendekatan ramah anak, edukatif, dan interaktif guna membantu pemulihan kondisi emosional, menumbuhkan rasa aman, serta meningkatkan kepercayaan diri anak anak agar dapat kembali mengikuti proses belajar dengan optimal.





“Kami berharap pendampingan ini dapat mengembalikan senyum anak-anak yang sempat pudar, sekaligus membantu mereka memiliki mekanisme koping yang lebih baik. Lingkungan sekolah juga diharapkan menjadi lebih peka terhadap kesejahteraan psikologis anak,” ujarnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Lantai Huntara di Aceh Tamiang perlu diperkuat

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:44 WIB

Terpopuler

X