Tapaktuan (Aentenews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan meluncurkan 10 program inovasi pelayanan publik serentak guna memangkas birokrasi yang kaku dan memperpendek jarak layanan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok, Senin (4/5).
Langkah strategis ini mencakup transformasi layanan di Baitul Mal hingga kemudahan pengurusan dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk menjawab keluhan klasik warga terkait prosedur yang berbelit.
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari visi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang “maju, produktif, dan madani”. Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sebatas penghimpunan, tetapi harus tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang memudahkan masyarakat, tanpa lagi terkendala jarak maupun prosedur administrasi yang berbelit,” ujar Mirwan dalam sambutannya di Tapaktuan.
Bantuan Darurat dan Zakat "Menjemput Bola"
Dalam peluncuran tersebut, Baitul Mal Aceh Selatan memperkenalkan tujuh terobosan baru. Program unggulan seperti Mudah Mustahiq dan Menjemput Mustahiq menjadi sorotan karena memungkinkan bantuan bagi warga dalam kondisi darurat di IGD RSUD dr. H. Yuliddin Away cair seketika.
Inovasi ini juga menghapus beban biaya transportasi bagi warga pedalaman yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten hanya untuk mengurus permohonan bantuan.
Di sektor administrasi kependudukan, Disdukcapil menghadirkan tiga program untuk efisiensi waktu, salah satunya ASEL Bangkit & Tuntas. Melalui program ini, setiap bayi yang lahir di RSUD otomatis mendapatkan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) sebelum meninggalkan rumah sakit.