Bupati Pidie Sarjani Abdullah menyerahkan Huntara kepada ingin warga Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kamis (22/1/2026) (Foto.IST)
Pewarta: Amir Sagita
Sigli (Aentenews) - Langit Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, masih menyisakan ingatan pahit tentang angin kencang dan hujan ekstrem yang menerjang kawasan itu beberapa waktu lalu.
Bagi sebagian warga, bencana hidrometeorologi tersebut bukan sekadar peristiwa alam, melainkan titik balik kehidupan—ketika rumah, harta, dan rasa aman hilang dalam sekejap.
Kamis, 22 Januari 2026, suasana di gampong yang berada di wilayah pegunungan Kabupaten Pidie itu terasa berbeda. Wajah-wajah lelah mulai menampakkan senyum tipis ketika Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah bersama Wakil Bupati Alzaizi hadir untuk mengikuti prosesi peusijuk dan menyerahkan kunci Hunian Sementara (Huntara) kepada warga terdampak.
Prosesi adat peusijuk yang dipimpin Abon Hasan Basri Blang Teungoh menjadi penanda dimulainya babak baru bagi para korban. Doa-doa dipanjatkan, bukan hanya untuk keselamatan hunian yang baru dibangun, tetapi juga untuk keteguhan hati para penyintas yang tengah bangkit dari keterpurukan.
“Bencana ini menjadi ujian berat bagi kita semua, terutama saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Sarjani Abdullah dalam sambutannya.