Rabu, 30 September 2026

Peneliti BRIN ungkap hasil analisis Oseanografi hilang kontak KM Virgo

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB



“Dengan parameter kajian yang tersedia, kemiringan kapal akibat gelombang diperkirakan sekitar 5,9 derajat pada kondisi umum dan 11,2–11,9 derajat pada pembebanan gelombang tertinggi. Kontribusi angin terhadap kemiringan diperkirakan kurang dari setengah derajat. Angka-angka ini berada di bawah ambang kemiringan sekitar 25 derajat yang dalam kajian digunakan sebagai indikasi awal masuknya air melalui bukaan geladak, serta jauh di bawah kisaran 50–60 derajat yang dikaitkan dengan hilangnya kemampuan kapal untuk kembali tegak,” tambahnya.





Selain analisis kondisi gelombang, kajian tersebut menghasilkan temuan yang dapat menjadi masukan bagi operasi pencarian. Komponen hanyut Stokes yang dibangkitkan gelombang diperkirakan menyumbang rata-rata 41,2 persen dari arus permukaan total. Dengan demikian, prakiraan hanyut yang tidak memperhitungkan komponen gelombang berpotensi menghasilkan estimasi lintasan hanyut yang berbeda.





Arus di lokasi kejadian juga berbalik arah mengikuti siklus pasang surut sekitar 24 jam. Kondisi tersebut perlu diperhitungkan dalam pembaruan area pencarian dari satu siklus ke siklus berikutnya.





“Kedalaman laut di titik kejadian sekitar 27 meter. Kondisi kedalaman tersebut memungkinkan survei bangkai kapal menggunakan multibeam echosounder, side-scan sonar, remotely operated vehicle (ROV), maupun penyelaman, sesuai prosedur dan kewenangan pihak yang melakukan pencarian serta penyelidikan,” pungkasnya.





Aentenews by Ampelsa






Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Barcelona gagal ke puncak

Senin, 6 Oktober 2025 | 08:13 WIB
X